Bright Tuesday 8 : Regenerasi

Selasa pagi di awal bulan oktober, ada suasana baru, ada orang baru, di lingkungan pemerintahan desa. Yuupp, selamat kepada mas Akhmad Amin Farkhan, yang telah dilantikpada tanggal 28 September kemarin sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat menggantikan Alm. M. Ali Karjimin. Selamat bertugas!

Kehadiran personil baru, tak pelak harus membawa perubahan positif di lingkungan kerja. Apalagi jika orang itu masih muda, penuh semangat, ide, maupun terkadang sedikit berani. Saat ini, perputaran zaman semakin cepat, mereka yang tidak mampu beradaptasi, siap-siap saja akan di gulung olehnya. Begitu juga di bidang pemerintahan, dalam hal ini pemerintahan desa. Kebutuhan akan cepatnya sistem pengadministrasian, membuat perangkat desa juga harus dapat berlari, minimal jalan cepat, untuk mengejar pemenuhan kebutuhan pemerintahan. Suatu contoh, masalah aplikasi. Baik di sekolah, desa atau di instansi manapun, administrasi sudah banyak yang di kelola oleh suatu sistem aplikasi, dimana operator harus benar-benar cakap agar tidak ketinggalan dengan instansi lain.

Hal inilah yang menjadikan regenerasi menjadi sesuatu yang mendesak. Hal ini bukan berarti kita harus mengesampingkan tenaga yang sudah ada, karena banyak juga tenaga yang sudah senja ternyata cukup mampu dalam mengikuti zaman, akan tetapi setidaknya dengan tenaga yang masih hijau, dengan fikiran yang masih fresh, mindset yang masih dapat menerima doktrin positif, menjadikan hal itu menjadi sumber daya yang dapat digunakan dalam meningkatkan kinerja.

Poinnya disini, tenaga baru harus ada perubahan positif yang mengikuti, tanpa itu, berarti pergantian personil menjadi hal yang tidak menimbulkan efek, dan itu akan sungguh disayangkan sekali. Di bidang pelayanan, dengan adanya tenaga baru, harusnya dapat menjadi modal untuk meningkatkan pelayanan, entah itu dari segi keramahan, kecepatan maupun keterbukaan. Dari segi administrasi, harusnya juga menuju ke arah positif, dimana semua arsip maupun pembukuan dapat kita atus dan susun mulai dari nol, sehingga dapat memudahkan pencarian. Dalam hal keuangan pun demikian, munculnya Dana Desa tentunya juga mengandung resiko yang tidak kecil bagi perangkat. Oleh karena itu, dengan tenaga baru diharapkan semua hal yang berkaitan dengan keuangan dapat terbukukan dengan rapi dan akuntabel, sehingga dapat meminimalisir segala resiko,  yang sebenarnya akan sangat membantu bagi kita dalam pelaporan. Begitu pula dalam bidang yang lain, saya yakin regenerasi itu harus ada dan harus membawa perubahan yang positif.

Akhir kata, selamat bekerja untuk mas Akhmad Amin Farkhan, dan jangan lupa untuk terus belajar, ini berlaku untuk semua perangkat termasuk saya pribadi. Karena tanpa ilmu yang cukup, pekerjaan kita akan tidak dapat maksimal. Mengutip semboyan klub sepakbola Italia Juventus, saya pun ingin mengucapkan, FINO ALLA FINE.

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)