Bright Tuesday 5 : Media Sosial yang Menghanyutkan

Media sosial saat ini, bagi sebagian orang, tak ubahnya kebutuhan yang harus dipenuhi setiap harinya. Facebook, Instagram, Path, Twitter, terlebih dengan makin maraknya kemunculan vlogger dadakan, membuat dunia maya menjadi penting keberadaannya. Segala informasi dapat tersaji dengan cepat sekali, alih-alih menunggu kabar dari surat kabar keesokan harinya seperti satu dekade yang lalu. Makin ekspresifnya manusia dalam mengaktualisasikan dirinya, semakin menambah penting keberadaan media sosial. Kita tidak mungkin menolak itu, karena itulah yang dinamakan perkembagan jaman. Kita tergerus jika tidak update perkembangan terkini.

Saya sendiri merupakan pengguna media sosial, pasif memang, tapi setidaknya saya mengikuti perkembangan media sosial. mulai dari friendster sampai instagram, aplikasi chat pun mulai dari mirc, mig33 sampai telegram. Akan tetapi sekali lagi, saya merupakan pengguna pasif, instagram hanya untuk melihat apa yang sedang viral saat ini, terlebih untuk melihat lapak orang yang bertebaran di storyline. Youtube pun hanya saya gunakan untuk melihat beberapa tontonan yang saya rasa memberi bekal untuk saya.

Mengapa demikian? Seperti kita ketahui, masif sekali keuntungan dan kemudahan yang kita dapatkan dari media sosial. Akan tetapi kita juga tidak dapat memungkiri juga bahwa ternyata ada efek lain yang menyertainya. Saya sendiri berusaha mengeliminir itu, tidak mau terlalu baper dengan isi media sosial. Idealis? engga juga,bahkan saya termasuk pengakses media sosial dengan intensitas tinggi. hanya saja, untuk membagikan sesuatu, foto, video atau apapun itu, saya cukup pasif dalam melakukannya. Dengan kata lain, saya belum menemukan alasan yang tepat untuk lebih aktif lagi bermedia sosial.

Saya pun tidak akan menghakimi sebagian orang yang suka membagian foto atau mengekspresikan dirinya melalui media sosial, karena itu dimungkinkan mereka ingin membagi moment yang mereka miliki. Jadi ini murni dari saya pribadi. saya tidak mendengarkan berita politik terlalu banyak, karena saat ini pun media sudah cukup bebas untuk memberitakan sesuatu, yang terkadang memang tidak sesuai peristiwa real-nya. 

Terakhir, bijak dalam menggunakan media sosial itu lebih baik, dari segi apapun. Apa yang perlu kita bagi, harus kita filter betul-betul perlu tidaknya kita bagikan ke khalayak. Sehingga jangan sampai jargon bahwa makah benar netizen dengan segala tulisannya itu tidak benar-benar nyata terjadi. Jadi, bijaklah!!!

Selamat mengawali pagi!

Oleh : Hari Widiyanto

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)